"Salam Broiler, Ayam Sehat Kita Sejahtera."
Dunia perunggasan saat ini berkembang dengan pesat dan cukup membantu pemerintah dalam menyediakan sumber protein hewani yang baik bagi masyarakat. Mulai dari skala yang kecil, menengah dan besar. Akan tetapi, di berbagai sektor tersebut terdapat permasalahan yang banyak menganggap ‘remeh’ namun dapat menimbulkan masalah yang cukup kompleks karena dapat menggangu kondisi kesehatan pada ayam, pengelola, maupun lingkungan sekitar. Permasalahan yang dimaksud tersebut adalah masalah pencemaran Amonia.
Bau kotoran ayam yang mengandung amonia, tentunya bisa berdampak negatif bagi kesehatan manusia disekitar kandang, selain itu juga berdampak negatif juga pada ternak, yang menyebabkan menurunya produktifitas ayam. Management lingkungan yang kurang baik ini dapat menyebabkan kerugian ekonomi bagi peternak itu sendiri.
Amonia adalah gas yang tidak berwarna, lebih ringan dari pada udara dan memiliki bau yang tidak sedap, yang menghasilkan gas ini antara lain dari pemecahan kotoran ayam secara bakterial dan bersifat toksik, selain itu juga mengandung hidrogen sulfida, karbondioksida dan methnane. Gas-gas yang menyebabkan bau tidak sedap yang terkandung dalam kotoran ayam pada saat penumpukan atau penyimpanan kotoran terjadi proses dekomposisi oleh aktivitas mikroorganisme membentuk gas amonia, nitrat, nitrit dan gas sulfida.
Beberapa faktor yang menyebabkan gas amonia adalah :
- Sirkulasi udara yang tidak baik
- Bahan alas kandang
- Kelembapan udara yang tinggi
- Kepadatan populasi tinggi
- Temperatur yang tinggi
- Bentuk lantai
- Dll
Pada umumnya temperatur yang tinggi akan mempercepat pemecahan kotoran ayam dan meningkatkan pembentukan gas amonia. Sedangkan kelembapan yang rendah akan menghasilkan sebaliknya. Kotoran ayam yang menghasilkan amonia berada di bagian bawah kandang, sekitar litter atau tumpukan di bawah kandang.
Untuk mengurangi dampak bau, dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain:
- Memperbaiki ventilasi udara
- Memberikan pakan tambahan(feed additif)
- Pemberian ransum dengan asam amino berimbang
- Penambahan kapur sebanyak 1-3 % pada kotoran ayam
- Pemberian ferro sulfat dan asam fosfat pada litter untuk mengubah pH agar pelepasan amoniak berkurang.
Sekian tulisan ini saya buat, semoga dapat sedikit membantu permasalahan kandang teman-teman.
NOTE : Jangan lupa Share dan follow blog ini jika menurut kalian bermanfaat, karena membagikan artikel ini tidak akan mengurangi jumlah uang yang ada di dompet anda, agar peternak lain juga dapat merasakan manfaatnya. INDAHNYA BERBAGI

0 Comments