Cara mencegah penyakit snot
Salam Broiler, Ayam Sehat Kita Sejahtera
Semua nama di atas adalah komposisi atau bahan pembuat obat, sedangkan merek yang digunakan dapat di pilih terserah anda, akan tetapi hal yang perlu di inat adalah seminggu sebelum ayam di jual, semua obat-obatan apapun jenisnya harus di hentikan penggunaanya.
Berikut ini, saya berikan beberapa usaha yang dapat anda lakukan untuk pencegahan penyakit SNOT ini :
- Agar daya tahan ayam bagus dan setara dalam perkembangannya, usahakan dalam satu kandang dipelihara ayam yang seumur.
- Bila perlu digunakan bakterin atau vaccin coryza (banyak dijual di toko unggas). Vaksin ini dapat diberikan pada umur seminggu, dan dapat melindungi ayam dalam periode 10-20 minggu.
- Perubahan musim juga perlu kita waspadai, karena bila ada perubahan musim atau perubahan temperatur yang terlalu mencolok, sebaiknya ayam diberi obat anticekaman atau dapat juga diberikan multivitamin.
- Dengan menjaga kebersihan kandang dan lingkungan dengan baik. Semua alat-alat, bahan litter, dan barang-barang lainnya yang akan digunakan untuk beternak anak ayam, harus dicuci sebelum masuk ke dalam kandang ( cara pencucian alat-alat tersebut adalah sebagai berikut, cuci dahulu dengan air biasa, lalu dicuci lagi dengan air yang dicampur obat pembunuh kuman / desinfektan kemudian dibilas kembali).
- Kandang juga sebaiknya diusahakan agar terkena sinar matahari langsung sehingga akan mengurangi kelembaban pada kandang, kandang yang lembab dan basah tentunya memudahkan timbulnya penyakit ini
- Kalau ada tamu yang berkunjung ke peternakan, kunjungan tersebut dapat anda dibatasi, apalagi mereka sampai masuk ke dalam kandang.
- Beberapa hal lainnya yang perlu diketahui adalah penyakit ini mempunyai penularan yang sangat cepat dan luas, sehingga anak ayam yang terkena SNOT harus sesegera mungkin dipisahkan (karantina) dari kelompoknya. Dan apabila ada anak ayam yang sakit atau terlihat terkena gejala SNOT juga dapat dijemur agar tidak kedinginan.
- Biosecurity:
1. Lakukan istirahat kandang (kosong kandang) selama minimal 15-30 hari setelah kandang dibersihkan dan desinfeksi kandang sebelum ayam di isi kembali.
Desinfektan yang efektif untuk membasmi H. paragallinarum ialah golongan iodine (Antisep, Neo Antisep) dan ammonium quartener (Medisep, Mediklin).
2. Penyemprotan kandang setiap 1-2 minggu sekali.
3. Sanitasi dan desinfeksi peralatan kandang (tempat ransum, tempat minum), kandang dan sekitarnya secara teratur.
4. Sanitasi air minum secara rutin untuk mencegah penularan korisa melalui air minum .
- Agar daya tahan ayam bagus dan setara dalam perkembangannya, usahakan dalam satu kandang dipelihara ayam yang seumur.
- Bila perlu digunakan bakterin atau vaccin coryza (banyak dijual di toko unggas). Vaksin ini dapat diberikan pada umur seminggu, dan dapat melindungi ayam dalam periode 10-20 minggu.
- Perubahan musim juga perlu kita waspadai, karena bila ada perubahan musim atau perubahan temperatur yang terlalu mencolok, sebaiknya ayam diberi obat anticekaman atau dapat juga diberikan multivitamin.
- Dengan menjaga kebersihan kandang dan lingkungan dengan baik. Semua alat-alat, bahan litter, dan barang-barang lainnya yang akan digunakan untuk beternak anak ayam, harus dicuci sebelum masuk ke dalam kandang ( cara pencucian alat-alat tersebut adalah sebagai berikut, cuci dahulu dengan air biasa, lalu dicuci lagi dengan air yang dicampur obat pembunuh kuman / desinfektan kemudian dibilas kembali).
- Kandang juga sebaiknya diusahakan agar terkena sinar matahari langsung sehingga akan mengurangi kelembaban pada kandang, kandang yang lembab dan basah tentunya memudahkan timbulnya penyakit ini
- Kalau ada tamu yang berkunjung ke peternakan, kunjungan tersebut dapat anda dibatasi, apalagi mereka sampai masuk ke dalam kandang.
- Beberapa hal lainnya yang perlu diketahui adalah penyakit ini mempunyai penularan yang sangat cepat dan luas, sehingga anak ayam yang terkena SNOT harus sesegera mungkin dipisahkan (karantina) dari kelompoknya. Dan apabila ada anak ayam yang sakit atau terlihat terkena gejala SNOT juga dapat dijemur agar tidak kedinginan.
- Biosecurity:
1. Lakukan istirahat kandang (kosong kandang) selama minimal 15-30 hari setelah kandang dibersihkan dan desinfeksi kandang sebelum ayam di isi kembali.
Desinfektan yang efektif untuk membasmi H. paragallinarum ialah golongan iodine (Antisep, Neo Antisep) dan ammonium quartener (Medisep, Mediklin).
2. Penyemprotan kandang setiap 1-2 minggu sekali.
3. Sanitasi dan desinfeksi peralatan kandang (tempat ransum, tempat minum), kandang dan sekitarnya secara teratur.
4. Sanitasi air minum secara rutin untuk mencegah penularan korisa melalui air minum .
Baca Juga : Rahasia Mengatasi Diare/Mencret pada ayam broiler
Demikian pencegahan penyakit SNOT yang bisa saya sampaikan, semoga dapat bermanfaat.
NOTE : Jangan lupa Share dan follow blog ini jika menurut kalian bermanfaat, karena membagikan artikel ini tidak akan mengurangi jumlah uang yang ada di dompet anda, agar peternak lain juga dapat merasakan manfaatnya. INDAHNYA BERBAGI
Demikian pencegahan penyakit SNOT yang bisa saya sampaikan, semoga dapat bermanfaat.
NOTE : Jangan lupa Share dan follow blog ini jika menurut kalian bermanfaat, karena membagikan artikel ini tidak akan mengurangi jumlah uang yang ada di dompet anda, agar peternak lain juga dapat merasakan manfaatnya. INDAHNYA BERBAGI


0 Comments