Penyakit berak darah adalah hal yang sudah tidak asing lagi ditelinga peternak ayam broiler, memang penyakit ini tidak muncul sesering penyakit lainya seperti penyakit ngorok/CRD atau snot. Dari data yang saya dapat dari medion tahun 2012, penyakit berak darah berada di urutan ke-7 dan ke-9 dari penyakit yang sering menyerang peternakan ayam layer dan broiler. Tapi jangan anggap sepele penyakit ini, karena peyakit ini dapat menyebabkan kerugian yang cukup besar.
Penyakit berak darah/koksidiosis adalah penyakit usus yang di sebabkan oleh protozoa parasit Genus Eimeria. Eimeria berkembang biak di sluran pencernaan dan menyebabkan keusakan jaringan. Koksidiosis merupakan salah satu penyakit yang mendatangkan banyak masalah dan kerugian, meliputi kematian, penurunan berat badan, bertambahnya iaya pengobatan, dll.
Gejala Klinis
Ayam yang terserang koksidiosis awalnya akan menunjukan gejala klinis seperti:
- Mengantuk
- Sayap terkulai ke bawah
- Bulu kasar
- Nafsu makan turun
- Menggigil kedinginan
- Untuk infeksi yang akut terjadi berak darah
- Feses mengandung eksudat kental berwarna kemerahan dan bercampur bintik-bintik merah
Dari hasil bedah bangkai, perubahan organ tubuh yang ditemukan adalah
- Sekum membesar berisi darah
- Kelainan berupa penebalan dinding usus yang disertai peradangan bernanah sampai berdarah
Umur Yang Di Serang
koksidiosis sering menyerang pada ayam muda, karena umur tersebut yang paling peka, walaupun dapat juga menyeran pada ayam umur tua.
Penularan
Penyakit ini dapat menular secara mekanik melalui pekerja kandang, peralata kandang yang tercemar, debu kandang, litter. Berat tidaknya penyakit tergantung dari jumlah protozoa yang termakan.
Pencegahan
Pencegahan dapat dilakukan dengan cara:
- Sanitasi dan ventilasi kandang harus baik
- Menaburkan bubuk kapur di dalam kandang
- Semua peralatan di cuci bersih
- Kandag difumigasi dengan formalin
- Pengangkatan litter setelah panen
- Melekukan istirahat kandang minimal 2 minggu
- Mencuci lantai kandang dengan desinfektan
Pengobatan
Ayam yang terserang koksidiosis dapat diobati dengan pemberian anti oksidia, larutan amprolium atau sulfonamide dalam air minum dan pemberian air yang dapat mensuspensi suplemen vitamin A dan K untuk mempercepat proses penyembuhan. Pemberian antioksidia bermaksut untuk mengontrol dan menekan perkmbangan Eimeria dalam tubuh ayam.
Saat ini banyak berbagai macam pruduk antioksidia yang sudah di produksi baik dari golongan sulfa, amprolium, maupun generasi baru seperti toltrazuril. Namun yang perlu di perhatikan adalah disis dan aturan pakai, serta peringatan yang tercantum pada lebel obat.
Demikian yang dapat saya bagikan untuk kali ini, terima kasih sudah mampir di blog ini, sega dapat bermanfaat, berikan kenang-kenangan pada blog ini dengan cara memerikan komen bi bawah ini, dan jangan lupa share kalau menurut kalian artikel ini bermanfaat, supaya manfaatnya dapat menyebar ke teman-teman yang lain.
Ayam Sehat, Peternak sejahtera



2 Comments
Untuk nama obat yg bagus di pasaran apa bos Admin
ReplyDeleteToltradex, dan sebaiknya juga di beri vitamin yang mengandung vitamin A dan K. Untuk memperbaiki sel-sel mukosa usus yang rusak dan menghentikan perdarahan.
ReplyDelete